Menyoroti Dampak Narkoba

Setelah 2 kali Pemerintah Indonesia melakukan eksekusi mati terhadap napi narkoba perhatian dari negara luar terhadap warga negara mereka yang ingin mengunjungi Indonesia sangat tinggi. Tidak hanya pengguna narkoba para napi yang di hukum mati juga termasuk dampak narkoba.



Darurat narkoba jangan di anggap isu lagi tetapi ini sudah menjadi kenyataan bagi masyarakat, bila tidak berhati-hati dan kurang perduli dampaknya akan semakin mendekati anda dan keluarga.

Jangan ragu untuk melaporkan kegiatan dari sebagian masyarakat yang mengarah kepada penyalah gunaan narkoba karena dampak penyalahgunaan narkoba tidak pandang siapapun termasuk anda sendiri.

Jaga diri anda, keluarga serta lingkungan anda dari penyalahgunaan narkoba dan jadikan lingkungan disekitar kita menjadi lingkungan yang bersih dari narkoba!. 

 

Mengurangi Dampak Buruk Narkoba


Tidak semua pecandu berkeinginan untuk pulih atau berhenti memakai narkoba. Sama halnya dengan penyakit sosial lainnya, seperti pelacuran, penyalahgunaan narkoba sulit untuk diberantas habis akan tetapi bukan hal yang mustahil untuk diberantas.

menaggulangi dampak narkoba



Program pengurangan suplai (suply reduction) dan pengurangan kebutuhan akan penggunaan narkoba seperti pendidikan pencegahan, terapi, rehabilitasi dan perbaikan ekonomi serta kehidupan sosial, akan berhasil walaupun membutuhkan waktu yang panjang.

Pengurangan dampak buruk adalah program untuk mengurangi akibat dari penyalahgunaan narkoba, terutama pengguna jarum suntik. Tujuan jangka pendek adalah mencegah meluasnya penularan penyakit HIV diantara para pecandu narkoba. Agar upaya untuk berhenti memakai narkoba dan pemulihannya tidak menjadi sia-sia.

Urutan prioritas cara mencegah dampak buruk pada pengguna narkoba terutama dengan jarum suntik adalah sebagai berikut :
  •  Mendorong pecandu untuk berhenti memakai narkoba jenis apapun (abstinensia total);
  •  Mengupayakan semaksimal mungkin agar pecandu tidak menggunakan jarum suntik;
  •  Jika tetap menggunakan jarum suntik, gunakan jarum suntik yang steril

Program Pengurangan dampak buruk dapat diumpamakan dengan kewajiban memakai sabuk pengaman dalam mobil. Pemakaian sabuk pengaman tidak mencegah terjadinya kecelakaan mobil, tetapi bila menggunakan sabuk pengaman akan dapat mengurangi resiko yang paling buruk, seperti kematian atau cacat permanen.  

Peran orang tua (keluarga) dan lingkungan dalam menanggulangi bahaya narkoba sangat penting sedapat mungkin untuk menggalang masyarakat untuk menyadari akan bahaya narkoba, dan mencegah lingkungan sekitar agar tidak merebaknya narkoba.

Salam Sukses

10 Cara Orang Tua Menyikapi Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak


Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2006 menerangkan bahwa angka penyalahgunaan narkoba pada remaja di Indonesia mencapai 3,2 juta orang dan 32% dari pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Keadaan tersebut sangat memprihatinkan kita semua, program dukungan pemerintah, pendidikan masyarakat untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba harus lebih digiatkan dan mempunyai metode terpadu.
Masyarakat sudah harus lebih mengerti dan mempunyai pengetahuan yang luas tentang penyalahgunaan narkoba, sudah saatnya bagi masyarakat mempersiapkan generasi yang tangguh, berkepribadian dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Sikap orang tua mempengaruhi konsep diri anak yang terlahir jangan beranggapan seolah-olah anak sebagai miniatur manusia, tetapi mereka adalah seutuhnya manusia yang dalam penciptaannya banyak kemanfaatan dan bukan penciptaan yang main-main.
Dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba perlu membekali diri sebaik mungkin tentang pengetahuan dan jenis-jenis narkoba, sehngga tidak salah dalam menyikapi penyalahgunaan narkoba pada anak. Berikut adalah tindakan atau sikap yang harus dilakukan orang tua ketika mendapati anak melakukan penyalahgunaan narkoba ;

  1. Tetap berusaha tenang ; kendalikan emosi, marah, tersinggung, dan merasa bersalah karena tidak ada gunanya.
  2. Jangan menunda masalah ; hadapi kenyataan, adakan dialog, kemukakan apa yang anda ketahui tanpa sikap menuduh dan jangan dilakukan saat anak masih dalam pengaruh narkoba.
  3. Dengar anak ; berdialog dengan anak bisa menjadi kunci pemecahan masalah. Beri dorongan non verbal kepadanya (tetap ramah, tersenyum, mengangguk, dan memegang bahu). Jangan memberi nasehat atau ceramah, mencaci maki, menghina menghajar atau tindakan kekerasan yang lain.
  4. Jika anak mau mengakui maka hargailah kejujurannya. Dan harus bersyukur karena bisa menciptakan keterbukaan.
  5. Jujur Terhadap diri sendiri ; beri contoh sikap jujur dan terbuka, mau mengakui kelemahan dan kesalahan sendiri, tidak membela diri atau merasa diri benar, saling meminta maaf dan saling memaafkan.
  6. Perlu meminta bantuan orang lain ; jika sulit mengendalikan diri (emosi) mintalah bantuan orang lain yang dapat mendekatinya.
  7. Mencari pertolongan ; cari pertolongan tenaga professional/orang yang terlatih menangani penyalah gunaan narkoba. Konsultasi dengan ahli.
  8. Tingkatkan hubungan dalam keluarga ; teliti hubungan anda dalam keluarga, selesaikan konflik pribadi, rencanakan rekreasi dengan anak.
  9. Bangun kehdupan berdisiplin ; hiduplah secara tertib dan teratur, jauhkan anak dari lingkungan rawan narkoba.
  10. Saling membantu ; kunjungi orang tua teman anak anda yang menggunakan narkoba pada waktu yang tepat, ajaklah bekerja sama dalam masalah itu.
Beberapa cara diatas hanya sebagian kecil dari usaha untuk menghadapi bahaya penyalah gunaan narkoba semoga bisa membantu. Masih banyak cara lainnya untuk menghadapi situasi ini dan salah satunya adalah dengan cara lebih mendekatkan diri kepada yang Maha kuasa dan menguatkan keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa. Selagi dapat dicegah jangan sampai terjadi penyalah gunaan narkoba dilingkungan keluarga berlakulah lebih bijak terhadap anggota keluarga dari yang terbesar sampai anggota keluarga yang paling kecil. Say No To Drug Forever

4 cara memberi pengetahuan tentang bahaya narkoba


Pada umumnya orang menerima informasi tentang narkoba dari luar rumah ; sebagian dari teman-teman sebayanya. Sangat sedikit yang menerima informasi dari rumah ( orang tua) karena sama-sama tidak mempunyai pengetahuan tentang narkoba atau malah takut pembelajaran  atau informasi narkoba akan membuat orang lebih penasaran sehingga berresiko menjerumuskan kelembah narkotika dan pada akhirnya memilih untuk diam.

Orang tua yang kurang memiliki pengetahuan tentang narkoba cenderung membuat pernyataan yang terkesan curiga pada anak seperti “siapa teman kamu, mereka pake narkoba gak”, pernyataan seperti ini tidak ada maknanya jika anda ingin didengar buatlah pernyataan yang benar, bermakna dan spesifik. Orang tua harus memberikan pengetahuan tentang narkoba sejak anak usia dini karena bila dilakukan pada saat anak belum menginjak remaja tentu akan lebih baik.

Ada beberapa cara untuk mengajarkan anak pengetahuan tentang narkoba :

  1. Jangan ceramah atau menasehati dengan cara berlebihan, sebab akan membuat anakmenjauhi anda.
  2. Jangan menjadikan acara pembelajaran itu seperti  pengajaran formal, buat suasana seperti obrolan layaknya teman yang sedang curhat. Selalu cari kesempatan untuk bisa menyampaikan pengetahuan tentang narkoba tersebut usahakan dalam satu minggu ada sekali kesempatan untuk memonitor pengetahuan anak tentang narkoba. Jika mempunyai anak dalam usia yang berbeda usahakan menyampaikan dengan minat, perkembangan yang sesuai dengan usia
  3. Gunakan gambar dari jenis narkoba sehingga mereka mengenal dari bentuk dan jenisnya. Fakta membuktikan bahwa narkoba memberikan rasa nikmat atau kesenangan tersendiri pada awal pemakaian, sedangkan orang yang sudah ketergantungan mau tidak mau harus memakai narkoba agar tidak sakit atau tidak nyaman jika tidak memakai narkoba.
  4. jelaskan dengan lebih detail bahwa jika seseorang memakai narkoba untuk menghindari masalah, persoalan, stress atau rasa sakit itu hanya bersifat sementara setelah itu masalah, persoalan, stress atau rasa sakit akan kembai bahkan lebih buruk karena tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya. Bila melakukan pemakaian berulang  maka akan semakin banyak masalah baru yang muncul dan menyebabkan ketagihan.

Semoga pembahasan ini sedikit menambah pengetahuan anda tentang bahaya narkoba, sebagian informasi ini didapat dari kutipan buku yang diternitkan oleh BNN   

Mencegah pengaruh narkoba pada keluarga

Pencegahan adalah suatu tindakan atau kegiatan yang dilakukan untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan (antisipatif). Pencegahan memungkinkan seseorang untuk dapat mempertahankan diri dari pengaruh yang datangnya dari  luar atau mengurangi resiko terjaadinya sesuatu yang membahayakan diri atau orang lain.

 Pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah  segala upaya dan tindakan untuk menghindarkan orang memulai penggunaan narkoba; dengan menjalankan cara hidup sehat serta mengubah kondisi lingkungan yang memungkinkan seseorang terjangkit penyalahgunaan narkoba.

Pencegahan meliputi :

  1. Peningkatan kesehatan dan budaya hidup sehat baik fisik maupun mental yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan.
  2. Pendewasaan kepribadian.
  3. Peningkatan kemampuan mengatasi masalah.
  4. Peningkatan harga diri dan percaya diri.
  5. Peningkatan hubungan intrapersonal dan interpersonal serta kemampuan social.
  6. memperkuat sektor-sektor lingkungan misalnya keluarga, sekolah, masyarakat yang mendukung peningkatan kesehatan dan pengembangan kepribadian generasi muda.

Tujuan pencegahan bahaya narkoba meliputi :
a.       Membantu seseorang untuk :
  1. meningkatkan pengetahuan seseorang dalam menghadapi kesulitan atau permasalahan.
  2. Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.
  3. Peningkatan harga diri dan percaya diri.
  4. Meningkatkan budaya hidup sehat.
  5. Meningkatkan kemampuan sosial.
  6. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi atau menolak tekanan dalam penyalahgunaan narkoba.

b.      Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dan lingkungan dan keluarga tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pencegahannya.
c.       Meningkatkan peran serta masyarakat dan keluarga dalam penanggulangan dan pencegahan masalah narkoba.

Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah bahkan seharusnya dicegah, karena mencegah  akan lebih baik dari pada mengobati. Disinilah peran orang tua atau keluarga yang sangat pentng dalam pencegahan. Tidak mungkin melakukan pencegahan bila tidak mengetahui apa yang harus dicegahnya. Untuk itu carilah kesempatan untuk membaca, mendengarkan , diskusi dan pembahasan masalah narkoba dimedia apapun yang disediakan atau diadakan. Ikuti perkembangan masalah itu dari waktu kewaktu dan disetiap ada kesempatan. Karena masalah narkoba berkembang mengikuti kecenderungan peredaran dan penyalahgunaanya didunia.

Jika telah mendapatkan bahan-bahan atau pengetahuan tentang bahaya narkoba, bagikan kepada pasangan terlebih dahulu atau keluarga, agar menjadi suatu kesepakatan mengenai masalah itu. Mulailah dari lingkungan terkecil agar lebih mudah mencari jalan keluar dalam penanggulangan dan pencegahan bahaya Narkoba. Peredaran dan perkembangan bahaya narkoba memang sudah semakin dinamis. Pola dan motif yang dgunakan dalam peredaran dan penyalahgunaan semakin tertata, sedangkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya dan cara pencegahan peredaran narkoba masih sangat sedikit. Jadi jangan anggap  sepele  masalah ini.  (sumber BNN)

Translate

Popular

Arsip