Manfaat Liburan Untuk Kesehatan Fisik Dan Mental

Manfaat Liburan Untuk Kesehatan fisik

Satu lagi riset terbaru melahirkan, kalau beristirahat enggak cuma melegakan tetapi pula bagus buat kebugaran. Liburan atas bepergian dengan cara periodik dapat berfaedah buat kebugaran badan, afeksi serta keselamatan awak.

Bagian kebugaran batin sydney integrative medicine, dr claudia lee mengartikan, kalau melaksanakan aksi setiap hari tanpa rehat, hormon kortisol enggak bakal berkurang. Akhirnya badan enggak berperan atas bagus.

Di situlah kamu mulai susah berkonsentrasi, gampang ambek, serta mendapati penyusutan berahi, dempak lee yang diberitakan dari times of india.

Lee mengartikan, hormon kortisol yang tinggi pula dapat melahirkan stres akut. keadaan ini melahirkan cuaca batin gampang beralih serta mendapati gangguan kebingungan, depresi, bersama insomnia. terlebih, keimunan bakal berkurang sehingga gampang sakit.

Sama karna itu, lee juga menasihatkan buat istirahat serta menikmati durasi bepergian. lantaran, aturan ini diyakini dapat menambah daya cipta serta menambah kemampuan. Lagi pula bila kamu menentukan lokasi yang asing serta memaksa buat bersosialisasi atas banyak orang anyar. ini bakal menyehatkan pikiran serta menambah daya psikologis kamu.

Melaksanakan ekspedisi atas persisnya yang berlainan dari kebanyakan pula dapat menambah guna benak, meletakkan resiko demensia serta penyakit alzheimer. Arti lain dari beristirahat ialah menyegakkan jantung serta menghindari munculnya agresi jantung.

Para penelaah membandingkan, keadaan ini diakibatkan karna ketika beristirahat, banyak orang bakal terbebas dari titik berat serta rasa stres. Selagi, lokasi beristirahat yang dianjurkan ialah pesisir.

Riset terbaru dari european centre for environment and human health di truro, cornwall, mengartikan, bepergian bebas di bibir pesisir dipercayai dapat mendukung membasmi cuaca batin yang jelek. 

Sumber: lifestyle.sindonews

Manfaat dan Khasiat Binatang Undur-Undur Sebagai Obat

Binatang Undur-undur banyak ditemui disekitar rumah yang halamannya berpasir atau debu. Makanan undur-undur adalah serangga kecil.

Serangga dalam perkembangannya mengalami proses metamorfosis. Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Holometabola merupakan serangga yang mengalami proses metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

binatang undur-undur, http://nukawula.blogspot.com


Penggunaan Undur-undur sebagai obat

Banyak pendapat mengatakan, dibalik deskripsi tersebut ternyata, Undur-undur memiliki khasiat sebagai alternatif pengobatan penderita diabetes.Undur-undur merupakan binatang yang banyak mengandung zat sulfonylurea yang mampu melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi hormon insulin. Undur-undur ini telah dikenal di kalangan masyarakat Tiongkok untuk mengobati penyakit diabetes. Dalam teori kesehatan, Undur-undur memang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah. 

Kandungan sulfonylurea dalam undur-undur ternyata memiliki kinerja yang sama dengan obat diabetes melitus buatan yang kini banyak beredar. Binatang Undur-undur ini kalau sudah dibuat dalam bentuk kapsul akan bisa bertahan selama 4 jam.Undur Darat (Myrmeleon sp), binatang ini mengandung zat sulfonylurea. Cara kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. 2. Beli kapsul kosong dan undur-undur dimasukkan hidup-hidup ke dalam kapsul ( setelah undur-undur dicuci ya…..).

Pengobatan dan Obat Tradisional dalam Pengembangannya Pada Jaman Sekarang

Pengobatan dan obat tradisional dalam pengembangannya pada jaman sekarang hanya bertumpu pada segi farmakologi dalam arti tidak mempertimbangkan segi-segi di luarnya yakni asal usul penemuannya secara empiris. Padahal obat dan pengobatan tradisional tidak lepas dari unsur magis serta faktor sugestif. Tumpuan pada segi farmakologis tersebut disebabkan oleh kebutuhan yang mendesak dari pemerintah dalam mendayagunakan obat tradisional guna kepentingan masyarakat. Oleh karena itu peran obat tradisional diharapkan mampu menjadi pendamping upaya pengobatan modern agar tercapai masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.

jamu tradisional, nukawula.blogspot.com


Obat tradisional merupakan sarana dalam menunjang kesehatan sedangkan pengobatan tradisional merupakan cara berobat yang menggunakan teknik maupun ramuan tradisional atau jamu. Boreh dan Parem merupakan salah satu dari bentuk atau wujud obat tradisional, yang di dalamnya mengandung bermacam-macam bahan diantaranya dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral. Dewasa ini keberadaannya mulai mendapatkan perhatian serius untuk dikembangkan dan dimanfaatkan bagi masyarakat. Pernyataan ini akan memberikan dorongan bagi para pakar obat-obatan tradisional dalam pengembangan dan pembudidayaannya.

Adapun langkah pertama yang perlu diprioritaskan adalah mengadakan uji klinik terhadap obat tradisional, sebab penggunaannya pada mulanya hanya secara empirik. Uji klinik dapat dilakukan setelah mengadakan survai terhadap penggunaan obat tradisional pada masyarakat maupun terhadap bahan dasar yang digunakan.

Langkah kedua yakni memantau penggunaan obat tradisional pada masyarakat, sejauh mana manfaatnya dan memantau obat tersebut agar terhindar dari pemalsuan yang akan merugikan konsumen. Segala sesuatu yang berlebihan hasilnya akan tidak baik, demikian pula dalam hal ini diperlukan batasan-batasan penggunaannya terhadap suatu penyakit yang pantas diobati dengan obat tradisional atau tidak dapat sama sekali. Sebagai contoh penyakit infeksi, kelainan bawaan, alergi dan sebagainya, tidak tepat bila menggunakan obat tradisional. Sebaliknya penyakit-penyakit yang ringan lebih tepat menggunakan obat tradisional pada usaha preventif yakni pencegahan tarhadap suatu penyakit.

bahan jamu, nukawula.blogspot.com


Langkah ketiga dalam kaitannya dengan dunia bisnis, bahwa produksi obat tradisional yang dilakukan dalam tingkatan sederhana perlu ditingkatkan dengan cara yang canggih. Pernyataan tersebut mendorong pada peningkatan mutu melalui uji/test yang dapat dipertanggungjawabkan oleh ahli jamu melalui kerja laborat. Dari segi kemasan memberikan ciri terhadap produknya dan untuk menarik konsumen yang menuntut kepraktisan. Dalam dunia perdagangan ini nampaknya memberikan masa depan cerah, sebab dapat menembus tingkat ekspor baik berupa barang jadi maupun bahan dasar yang berujud rempah-rempah.

Langkah keempat merupakan langkah yang tidak kalah pentingnya dengan usaha-usaha di atas, yakni pembudidayaan obat tradisional. Obat tradisional asli lahir di bumi Nusantara karena bahan dasarnya diperoleh dari hampir seluruh pulau yang ada di Indonesia. Masalah pembudidayaannya tidak terlepas dari bahan dasarnya yang digunakan, sehingga perlu melibatkan alam yang memberikan sumbernya. Untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menanggulangi kepunahannya, maka pemerintah melalui Departemen Kesehatan melarang penggunaan jenis tanaman tertentu untuk ramuan obat. Pembudidayaan yang ilmiah akan menjamin kualitas bahan dasar tersebut sehingga perlu diadakan pembakuan terhadap beberapa jenis tanaman. Hal ini membuka lapangan kerja bagi peminat maupun pakar tanaman obat, sebab kerjanya akan menginventarisasikan di seluruh pelosok tanah air. Dengan demikian kakayaan bumi Indonesia akan dikenali dan dimanfaatkan warganya bahkan akan dikenal oleh bangsa lain. Namun pembudidayaan tersebut tidak melulu pada dunia flora saja, tetapi juga fauna dan bahan-bahan lain yang dapat dimanfaatkan pada obat, misalnya mineral

Manfaat Bekicot Untuk Kesehatan Kulit

Bekicot binatang yang sangat mudah perkembang biakannya, sebagian negara bahkan melarang binatang ini sebagai binatang peliharaan,Aneh memang di Indonesia pada umumnya binatang ini juga tidak di perdulikan, kecuali oleh orang yang tahu manfaatnya dan cara memanfaatkannya.

Sebagai binatang yang dianggap parasit memang bekicot seolah sangat menggangu, berbeda bila sudah diperlukan oleh orang yang dapat mengambil manfaatnya. Bekicot dapat menjadi komoditi produk peternakan yang cukup menghasilkan.

Sebagian percaya bahwa bekicot dapat menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal atau bahkan ada yang memenfaatkannya untuk perawatan kulit muka. Biasanya untuk jenis bekicot yang di gunakan untuk kesehatan berbeda dengan beberapa jenis bekicot yang menurut penelitian berbahaya, jenis bekicot achanica fulica yang banyak mengandung daging. Konon di prancis binatang ini termasuk bahan baku makanan dan menu makanan dengan menggunakan bahan bekicot.

Bekicot dapat menjadi sumber protein hewani bermutu tinggi karena banyak mengandung asam amino yang lengkap. Sesungguhnya banyak manfaat dari bekicot untuk kesehatan untuk pengobatan tradisional seperti untuk luka, sakit waktu menstruasin sakit mata, tetapi kembali kepada pengguna terkadang ketika melihat tampilannya yang agak menjijikkan justru membuat buyar keyakinan diri. Barangkali juga ada yang beranggapan mitos karena belum ada seorang ahli yang membuat pernyataan resmi penelitian tentang manfaat bekicot. Beruntunglah mereka yang dapat mengambil manfaat dari makhluk yang satu ini.

Studi Hubungan Keanekaragaman Hayati dan Kehilangan Bahasa

Penurunan keanekaragaman linguistik dan budaya ini terkait dengan hilangnya keanekaragaman hayati, sebuah studi telah disarankan.Para penulis mengatakan bahwa 70% dari bahasa di dunia ditemukan di dalam hotspot keanekaragaman hayati planet.

Data menunjukkan bahwa daerah-daerah lingkungan yang penting adalah terdegradasi dari waktu ke waktu, budaya dan bahasa di daerah tersebut juga hilang.asil penelitian ini telah diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS).

"Para ahli biologi memperkirakan kerugian tahunan spesies pada 1.000 kali atau lebih besar dari tingkat bersejarah, dan ahli bahasa memperkirakan bahwa 50-90% dari bahasa di dunia akan hilang pada akhir abad ini," tulis para peneliti.

Penulis Larry Gorenflo dari Penn State University, di Amerika Serikat, mengatakan penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi hubungan geografis antara keduanya, tetapi tidak menawarkan tingkat detail yang diperlukan.

Menurut Dr Gorenflo bahwa pembatasan terhadap data adalah bahwa baik bahasa-bahasa tersebut telah dicatatkan oleh negara atau ada sebuah titik di peta untuk mengindikasikan lokasi.

Akan tetapi apa yang tidak di ketahui adalah jika daerah tersebut diperpanjang dua kilometer atau 200 kilometer, sehingga benar-benar tidak mendapatkan rasa tingkat bahasa,". Dengan menggunakan data bahasa ditingkatkan untuk benar-benar mendapatkan rasa yang lebih solid tentang bagaimana bahasa dan keanekaragaman hayati co-terjadi dan pemahaman tentang bagaimana secara geografis yang luas bahasa itu.Penelitian ini dicapai dengan juga melihat area yang lebih kecil dengan keanekaragaman hayati tinggi, seperti taman nasional atau habitat yang dilindungi lainnya, maka didapatkan rasa co-kejadian di skala regional, yang punya arti bahwa co-kejadian ditemukan pada skala yang jauh lebih baik.Dalam banyak kasus hal itu mungkin bahwa keanekaragaman hayati berkembang sebagai bagian-paket dan-keragaman budaya, Hal ini masih diragukan."

Dalam tulisan mereka, para peneliti menunjukkan bahwa, dari 6.900 atau lebih bahasa yang dipakai di Bumi, lebih dari 4.800 terjadi di daerah yang mengandung keanekaragaman hayati yang tinggi.Dr Gorenflo dijelaskan lokasi tersebut sebagai "lanskap yang sangat penting" yang "mendapatkan lebih sedikit dan lebih sedikit" tetapi menambahkan bahwa data studi tersebut dapat membantu memberikan keamanan jangka panjang.

Ini menyediakan kesempatan bagus untuk mengintegrasikan upaya konservasi - Anda dapat memiliki orang yang dapat menerima dana untuk konservasi biologi, dan mereka dapat berkolaborasi dengan orang yang dapat menerima dana untuk konservasi bahasa atau budaya," usulnya.

Itu telah benar-benar berubah secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Satu hal yang banyak ahli biologi dan ekologi sekarang melihat adalah bahwa orang merupakan bagian dari ekosistem ini.

Waspada NII, Islam, Pesantren, dan Kyai Palsu!


Tulisan Kang Roisun dan Team

Dalam pengajian Malam Jum’at Kliwon, Sufi tua menemukan seorang penyusup di antara jama’ah pengajian. Usai pengajian, penyusup itu digiring ke teras mushola, diajak bergabung diskusi dengan Sufi Kenthir, Sufi Sudrun, Sufi Gelandangan, Sufi Gemblung, dan Dullah yang lagi membincang NII dan teroris. Penyusup itu bingung mengikuti alur pembicaraan para sufi yang ternyata sangat faham dengan dunia intelijen, termasuk skenario-2 intelijen tingkat tinggi yang tak sembarang orang mengetahuinya. Bahkan penyusup itu pucat wajahnya saat mengetahui bahwa Sufi tua sejatinya adalah seorang tokoh senior yang terkenal di dunia intelijen yang sudah pensiun satu dasawarsa silam.

Waspada NII !!! Musuh kita bersama !!

Faham bahwa sang penyusup sudah mati kutu, Sufi tua dengan sikap seorang senior kepada yuniornya menanyakan latar bagaimana sang penyusup itu masuk ke pesulukan, pesantren sufi, yang sama sekali tidak memiliki afiliasi dengan kelompok-2 garis keras yang selama ini meresahkan masyarakat. Sang penyusup dengan polos menyatakan, bahwa pesantren memang menjadi salah satu institusi yang dicurigai berpotensi menjadi center power bagi munculnya gerakan-gerakan ekstrim-radikal yang membahayakan negara dan masyarakat. “Fakta menunjuk bahwa gerakan-2 ekstrim-radikal yang melancarkan teror selalu berhubungan dengan Pesantren Ngeruki Hati di Surakerta pimpinan Kyai Haji Abu Ba’afkir,” kata si penyusup menjelaskan.

“Saudara ini ada saja, esantren kok ngeruki hati. Hatinya siapa yang dikeruk? Tapi, logika yang sampeyan pakai ltu logika sesat. Logika sesat kok  dipakai pijakan berpikir,” sahut Sufi tua geleng-geleng kepala, ”Kalau logika sesat itu diteruskan, deviasi penyimpangannya akan semakin lebar.”

“Mohon petunjuk, bapak,” kata si penyusup ingin tahu.

“Kalau di sebuah kota ada seorang warga kota melakukan kejahatan mencuri, apakah patut dicurigai bahwa setiap rumah di kota potensial berisi maling?” Sufi tua bertanya balik.

“Tentu tidak, bapak,” kata si penyusup tegas.

“Lalu, term-term logika apa yang digunakan ketika menyama-ratakan pesantren yang ada di Nusantara dengan satu pesantren aneh bin ajaib yang tumbuh dan berkembang sangat ajaib, yaitu Pesantren Ngeruki Hati, yang justru berbeda dalam segala hal dengan pesantren-pesantren yang ada di bumi Nusantara?” tanya Sufi tua dengan suara ditekan tinggi.

“Saya tidak tahu, bapak. Apakah beda pesantrennya Kyayi Abu dengan pesantren-pesantren lain?”

“Justru akibat ketidak-tahuan perbedaan pesantren aneh bin ajaibnya orang Arab badui itu dengan pesantren-pesantren yang ada di Nusantara itulah  yang aku katakan bahwa tugasmu mengawasi dan memantau pesantren-pesantren itu didasari logika sesat. Kalau menggunakan teori ilmu logika, cara pikir semacam itu disebut fallacy of illicit process dan argumen yang digunakan disebut Argumentum ad ignorantiam. Sebab tanpa didukung pengetahuan yang utuh tentang term pesantren Nusantara, secara coersif sudah diambil sebuah konklusi tentang pesantren dengan term pesantren gurun pasir yang sama sekali lain dan tidak memiliki ciri-ciri yang khas Nusantara. Bagaimana seekor tikus gurun disamakan dengan kawanan kucing Angora?” kata Sufi tua memaparkan alasan.

“Mohon petunjuk, bapak, apa beda pesantren Ngeruki Hati dengan pesantren-pesantren di Nusantara?” tanya si penyusup sangat ingin tahu.

Sufi tua diam. Sejenak setelah itu, ia berbisik kepada Sufi Sudrun. Dan setelah mengangguk, Sufi Sudrun mulai berkata menjelaskan,“Ketahuilah saudara, bahwa pesantren-pesantren Nusantara adalah lembaga pendidikan yang berkembang dari lembaga pendidikan Hindu-buddha yang disebut Dukuh, tempat para wiku (calon pendeta) belajar. Salah satu kegiatan para wiku sebagai siswa di Dukuh adalah mempelajari sashtra (kitab suci). Orang-orang yang mempelajari sashtra (kitab suci) disebut sashtri (yang mempelajari sashtra -kitab suci). Nah, saat ajaran Islam butuh dikembangkan lewat pendidikan, para penyebar Islam berinisiatif untuk mengambil alih model Dukuh Hindu-buddha. Tetapi karena para siswa muslim bukan pendeta, maka mereka tidak disebut wiku melainkan disebut sashtri (orang yang mempelajari sashtra-kitab suci). Demikianlah, kata Sansekerta Sashtri dilafalkan dalam lidah muslim Jawa menjadi Santri. Itulah latar sejarah mengapa lembaga pendidikan Islam tradisional disebut pesantren, yang bermakna tempat para santri (pe-santri-an).”

“Waduh bapak, sungguh saya tidak tahu-menahu soal itu,” kata si penyusup mengangguk-anggukkan kepala dan mendecakkan mulut.

“Nah, dengan penjelasanku ini,” kata Sufi Sudrun,” Masuk akalkah menurut saudara, jika ada orang-orang Arab Badui berfaham Wahabi yang anti bid’ah, anti khurafat, anti dengan berbagai unsur jahiliyyah dari agama selain Islam, tiba-tiba mendirikan lembaga pendidikan pesantren? Bagaimana aneh bin ajaibnya ini, ada orang berfaham Wahabi tiba-tiba mengembangkan lembaga pendidikan dengan memungut  sisa-sisa Hindu-buddha yang mereka anggap lembaga sisa jahiliyyah?”

”Tapi pimpinan pesantrennya memakai gelar Kyayi, bagaimana itu bapak?” tanya si penyusup.

“Itu juga mustahil bin mustahal,” tukas Sufi Sudrun menjelaskan,”Soalnya, gelar Kyayi adalah gelar kebangsawanan pra Majapahit yang setara dengan gusti. Hanya kalangan brahmana-ksatria, yang berhak menggunakan gelar Kyayi. Asal saudara tahu, keturunan Arya Damar Adipati Palembang di Bali – dari puteranya yang bernama Arya Jasan – lahir raja-raja Tabanan bergelar kyayi seperti Kyayi Arya Ngurah Sari, Kyayi Arya Celuk, Kyayi Agung made Tabanan, dsb. Para raja itu beragama  Hindu”

“Oo begitu ya bapak..?”

“Ini kan aneh, ada orang Arab Badui berfaham Wahabi tahu-tahu memakai gelar kebangsawanan Majapahit, Kyayi, yang jelas-jelas gelar itu mereka anggap sebagai simbol jahiliyyah dari masa kerajaan kafir Majapahit. Ini benar-benar mustahil bin mustahal,” kata Sufi Sudrun ketawa.

“Jadi simpulan dari penjelasan bapak itu bagaimana?” tanya si penyusuf minta penegasan.

“Menurut hematku, itu pesantren palsu dan gelar kyayi-nya juga palsu, karena sepanjang sejarah tidak pernah ada pesantren berfaham Wahabi. Sepanjang sejarah, Wahabi juga menganggap haram mengambil alih anasir-anasir Hindu-buddha. Bahkan setahuku, belum ada juga orang Arab badui memakai gelar kebangsawanan Jawa kuno Kyayi. Dari mana nalar lojik semua itu?” kata Sufi Sudrun.

“Maaf bapak,” kata si penyusup kepada Sufi tua,”Kira-kira kordinat pesantren Wan Abu itu ke mana ya?” tanyanya tidak lagi menyebut gelar kyai di depan nama Abu Ba’afkir.

“Kalau hubungannya dengan Osama bin Ladn,” kata Sufi tua singkat,”Aku pikir semua intelijen sedunia sudah mafhum, ke mana koordinat Wan Abu itu.”

Dullah yang sejak tadi menyimak tiba-tiba bertanya,”Mohon tanya mbah.”

“Soal apa?” gumam Sufi tua.

“Apakah Wan Abud kordinatnya nyambung dengan  gerakan NII?” tanya Dullah.

“Kalau NII itu lain lagi kordinatnya,” kata Sufi tua seperti menahan geli.

“Kira-kira NII itu ke mana jalurnya?” tanya Dullah penasaran.

“Itu kerjaan jaringan intelijen lokal, kelanjutan dari OPSUS dulu, jamannya Orde Baru eranya Ali Murtopo dan L.B.Murdani,” kata Sufi tua mengingat-ingat.

“Woo begitu yaa…” sahut Dullah melenggong.

“Iya, itu angkatannya Panji Cemerlang, arek Sedayu, Gresik yang dibikinkan pesantren As-Syaithon di Dermayu. Panji itu seangkatan dengan Supirto, mantan menteri yang bikin Partai Kesejahteraan Sosial. Jaringan-jaringan bekas OPSUS itu, masih eksis dan operasional, mengiringi perjalanan sejarah bangsa kita,” kata Sufi tua.

.-faith acccomply “Berarti mereka itu tidak bahaya kan, bapak?” tukas si penyusup mem

demi keamanan dan keselamatan aset-aset kapitalisme global.”rust en orde berkuasa untuk menegakkan ruling class – yang dikendalikan kapitalisme global. Sebab dalam open society tak lagi dibutuhkan demokrasi, tetapi butuh open society Sufi tua ketawa, lalu berkata,”Ya untuk negara tidak berbahaya. Tapi untuk rakyat, masih harus dikaji ulang, terutama jika dikaitkan dengan geopolitik perubahan tatanan global –

“Hwaduuuh,jadi semua itu kayaknya palsu.” sahut Dullah garuk-garuk kepala,”Ini kayaknya ada hubungannya dengan RUU Intelijen yang harus disahkan jadi UU, mbah, karena sekarang ini negara dikesankan sudah dalam keadaan “siaga” dan bahkan mungkin sebentar lagi “awas”.

Sufi tua dan Sufi Sudrun ketawa. Si penyusup tersenyum kecut.

Bendera merah putih

 
Sang Merah Putih




Bendera yang selalu dihormati dan akan terus berkibar sampai habis peradaban manusia “Sang Merah Putih”.  Pada setiap hari senin atau peringatan hari-hari bersejarah  sebagian masyarakat berkumpul dalam pelaksanaan upacara bendera entah sekedar ceremonial atau  suatu keterpaksaan,  rasanya begitu antusias dan hikmat dalam pelaksanaannya. Saat memandang sang pusaka ini hati terpana  dan ingin terus memandang. Sampai terpikir olehku apa arti dari bendera ini ?, dibanyak tempat ku lihat bendera berserakan atau hanya berkibar diatas tiang yang dibawahnya banyak orang berlalu lalang. Aku tersenyum! Dalam hati berkata “Ya Tuhan bila bendera ini tiada arti kenapa dahulu para pejuang kami begitu bersemangat untuk mengibarkan bendera merah putih  dicakrawala ibu pertiwi ini ?”, rasanya tiada mungkin bila  cucuran keringat, tetesan darah, harta dan nyawa yang melayang tanpa tujuan atau harapan. Aku tidak ingin menilai lebih dalam lagi seperti apa yang tertanam dalam jiwa dan raga rakyat Negara ini tentang arti Sang Saka Merah Putih, hanya berdo’a semoga tiada tersia-sia apa yang telah diperjuangkan dan dikorbankan biarlah mereka menilai sendiri. Tulisan ini mungkin hanya sekedar curahan hati, tidak dalam bentuk niat apapun terserah yang membaca memahami tulisan ini.

Translate

Popular

Arsip